Aku (tidak) Jahat

1/20/2014


Assalamu'alaikum Wr. Wb. 
Setelah sekian lama absen dari blog ini  hehe. Aku mencoba untuk mengetik sebuah tulisan yang terngiang-ngiang di pikiranku saat ini. Eh, kok ganti kata sapaan hehehe. Semoga ada yang baca.


20 Januari 2017, malam hari, saat duduk mengobrol dengan seseorang di Hartono Mall, aku mengatakan suatu hal, lalu aku terus memikirkan perkataanku tadi.

"Aku ini jahat"


Ya, cuma itu yang aku katakan, tapi aku tak hentinya memikirkan perkataanku tadi.
Mengapa aku berpikiran seperti itu? Bukankah tiap orang itu ingin dianggap baik?
Mungkin aku lebih suka yang anti-mainstream.
Aku mengakuinya kok, aku memang jahat. Aku bukan orang baik. Tidak munafik hehe.
Aku berpikiran bahwa mengapa kita harus mengaku bahwa kita orang baik?? Biarlah orang menilai diri kita dari apa yang mereka lihat dan rasakan saat terjadi komunikasi. Lagian, satu kesalahan akan menutupi beribu kebaikan hehe, udah lumrah ini mah :3
Misal seseorang diberi sebuah gambar berukuran 100px x 100px dan ditengahnya ada 4px warna hitam. Orang tersebut pasti akan fokus ke 4px warna hitam meski lebih banyak pixel berwarna putih. Yaiyalah :v
Aku sering memilih orang yang menurutku cocok untuk dibaikin dan untuk dijahatin hehe, gak jahat yang ekstrem yaaa. Akan tetapi, beberapa waktu belakangan ini, aku berpikiran bahwa lebih baik kita bersikap baik terhadap setiap orang, biarlah orang itu membalas sikap kita dengan cara mereka sendiri.
Masih ada Allah kok yang gak pernah pilih kasih, selalu adil terhadap setiap hamba-Nya.
Bisa saja kalian mencap seseorang itu buruk, tapi dihadapan Allah, orang yang kamu cap buruk itu malah sangat baik.
Soo, Aku tetap jahat. HEHEHEHE

Biarlah Allah tau sifatku yang sebenarnya.



Wassalamu'alaikum

23:39 WIB

You Might Also Like

0 Comment(s)

Silakan berkomentar dengan bijak dan mohon untuk menggunakan bahasa yang sopan. Terima kasih.